Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cover oleh Orkha Creative
ISBN: 978-602-03-3211-6
Tebal: 400 hlm
Cetakan kedua, Agustus 2016
Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semuanya membosankan baginya.Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir.Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.
Buku ketiga dari seri Bumi ini masih menceritakan
petualangan Raib, Seli dan Ali. Kali ini mereka bertiga di Klan Bintang, klan
yang dianggap hanya legenda, tapi di tangan si genius Ali mereka bertiga bisa
menemukan posisi klan terjauh itu.
Mereka pergi ke Klan Bintang menggunakan kapsul perak
bernama ILY buatan Ali melalui lorong kuno, tidak menggunakan Buku Kehidupan milik Raib, karena di
awal cerita Av dan Miss Selena melarangnya untuk membuka portal menggunakan Buku Kehidupan.
Di pintu lorong kuno mereka sudah disambut dengan
‘penjaga’ yang akhirnya berhasil mereka kalahkan dengan susah payah. Belum lagi
di pos terluar Klan Bintang, juga di padang kristal. Ketika di padang kristal,
ketika sedang bertarung dan sudah terjepit mereka ditolong oleh empat orang
asing yang pada akhirnya membawa mereka menuju Klan Bintang dan bertemu dengan
Faar, keturunan Klan Bulan yang tinggal di Klan Bintang.
Awalnya mereka pikir petualangan ini akan
semenyenangkan apa yang dipikirkan. Namun setelah bertemu dengan Faar dan
orang-orang di Klan Bintang, mereka tahu jika Klan Bintang tidak sedamai dan
seindah apa yang terlihat, dengan teknologinya yang super canggih. Semakin lama
mereka semakin tahu apa yang terjadi pada klan ini, apa yang mengatur mereka, dan apa yang mereka
rencanakan untuk masa depan.
“Hidup ini adalah petualangan. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik.”
Sebenarnya saya baru kemarin membaca Bulan dan
langsung membaca Matahari tanpa jeda. Terlalu seru!
Matahari dibuka dengan Ali yang tiba-tiba berubah
menjadi sosok idola baru di sekolah, menjadi pemain basket andalan,
sampai-sampai tim basket sekolah yang tahun-tahun sebelumnya hanya mampu masuk
penyisihan tahun ini masuk final karena ada Ali! Tidak tahu apa yang membuatnya
berubah sedrastis itu.
Meskipun begitu, Ali tetap Ali yang rasa ingin tahunya
kuat. Memang sih anak-anak genius itu serupa, rasa ingin tahunya di atas
rata-rata, tidak puas dengan apa yang sudah dicapai. Dan Ali pun di sini
membuat kapsulnya sendiri yang diberinama ILY, yang bisa terbang, yang bisa
mengeluarkan listrik, yang bisa menghilang! Dengan mempelajari buku-buku dari
Klan Bulan dan Klan Matahari pemberian Av. Tetapi menggabungkan teknologi dari
kedua klan adalah sesuatu yang luar biasa. Setelah Ily tewas dalam pertempuran
di Klan Matahari, Ali seolah menghidupkan kembali Ily dengan versi yang lebih
canggih. Kan baper 😭
“Kenapa kamu memberinya nama ILY?” Seli bertanya saat kami sudah ada di basement.“Satu, untuk mengenangnya....” Ali diam sejenak, mengusap rambut berantakannya. “Dua, kapsul perak ini dibuat agar sama bisa diandalkannya seperti Ily, teman yang setia. Kapsul perak ini juga petarung yang hebat, bisa membela kita dari posisi sulit, seperti yang dilakukan Ily. Tetapi hanya satu yang tidak dimilikinya seperti Ily...”Ali terdiam sejanak.Aku dan Seli menatap Ali. Kami menunggu penjelasan selanjutnya.Ali nyengir lebar. “Kapsul ini tidak secerewet Ily. Dia tidak akan menyuruh kita menyuruh kita bergegas, meneriaki agar kita semangat, atau galak membangunkan kita saat masih lelap, melarang ini, melarang itu. Kapsul ini lebih pendiam. Tapi di atas semua itu, aku memutuskan memberikan nama ILY karena itu adalah nama seseorang yang telah mengorbankan hidupnya demi kita semua. ILY, namanya, akan terus menemani kita bertualang.”
Sebenarnya di buku ketiga ini saya bener-bener
geregetan pada Ali. Dimulai ketika ia berubah menjadi pemain basket andalan–yang
menurut saya super keren–tapi sosoknya keras kepala. Jika tidak didesak terus
menerus oleh Ali mungkin mereka bertiga tidak akan bertualang ke Klan Bintang
dan akhirnya terjebak di sana. Tapi jika tidak begitu cerita ini tidak akan ada
mungkin. 😅 Banyak kata-kata motivasi dari Ali yang ditujukan untuk Raib maupun
Seli, tapi itu juga sepertinya berlaku untuk saya sendiri.
Raib yang merupakan pewaris murni Klan Bulan semakin
lama semakin tangguh. Kekuatannya berkembang pesat. Seli pun sudah bisa menggunakan
petir biru dan mengasah kekuatan kinetiknya lagi. Seli yang terlihat lebih
lemah dari Raib, tapi jika sudah mengamuk saya rasa kekuatannya melebihi
kekuatan Raib. Di sini dia agak penakut. Tapi saya maklum(?), siapa juga yang
berani keluar dari kapsul jika sebelumnya mereka menghadapi ratusan ular
raksasa mengerikan? Ali seperti biasa, kekuatannya muncul jika sudah terdesak
dan mengamuk. Tapi kali ini kakuatannya berkali-kali lipat.
Ketika membaca Bulan saya kira sudut pandangnya juga
akan berubah atau pusat ceritanya yang akan berubah jika dilihat dari sinopsis,
tapi ternyata di buku kedua masih menggunakan sudut pandang Raib. Begitu pula
di buku ketiga ini. Cerita ini masih menggunakan sudut pandang Raib, hanya saja
di awal-awal porsi cerita Ali sedikit lebih banyak. Kan saya makin geregeta.😆
Tokoh favorit saya dari buku pertama memang Ali, tapi
karena porsi ceritanya yang sedikit jadi saya kurang bisa mendalami karakter
Ali, kecuali kegeniusannya. Dan di buku ini saya senang karena karakter Ali lebih
banyak diekspos dari pada di buku-buku sebelumnya. Saya juga sedikit terganggu
dengan panggilan Raib pada Ali yang terus-menerus menyebutnya ‘si biang kerok’,
tapi itu tidak jadi masalah besar untuk menghentikan saya bertualang bersama
mereka :v mungkin itu panggilan sayang Raib ke Ali (Siapa di sini yang
menjodohkan Raib dan Seli angkat tangan! Oke, saya kurang kerjaan 😃).
Saya suka gaya penulisan Tere Liye di semua bukunya.
Apa yang kita baca terasa ringan tapi dalam. Setiap kata-katanya juga selalu
mmebuat saya penasaran. Seperti di akhir bab, penulis sering menulis seperti, “kukira
semuanya baik-baik saja, tapi aku tidak tahu jika selanjutnya tidak akan
semudah ini”, dan jika sudah menemukan kata-kata semacam itu saya tidak bisa
berhenti di situ saja, tidak sabar dengan apa yang dimaksud dan langsung
membaca bab selanjutnya.
Masalah typo di buku ini agak banyak. Dan itu adalah
masalah utama saya. Beberapa kali saya tersendat ketika menemukan typo. Tapi
karena petualangan ketiga sahabat ini terlalu seru dari pada typo, akhirnya
tanpa pikir panjang saya lanjutkan!
Buku ini saya rekomendasikan untuk kami pecinta
fantasi dan pecinta buku karya dalam negeri. Meskipun buku ini belum bisa
disandingkan dengan novel-novel fantasi dari luar, menurut saya ini sudah
merupakan hal yang luar biasa. Jarang saya menemui genre seperti ini di dunia
kepenulisan dalam negeri. Selain juga karena
kalah populer dari novel-novel yang mengangkat tema romansa. Yang saya tahu
hanya Penjelajah Antariksa karya Djokolelono, karya-karya Ahmad Tohari dan
Supernova-nya Dewi Lestari.
Saya sudah tidak sabar menunggu novel selanjutnya,
BINTANG!
Review novelnya bagus.. mnta izin copy ya buat tugas sekolah
BalasHapusjangan cepet cepet terbit serial BINTANG-nya, kalo emang mau tamat di serial ke-4, BINTANG harus 1500 halaman, biar semua terjawab, ngga nggantung.
BalasHapus